SISTEM PAKAR DIAGNOSA
KERUSAKAN NOTEBOOK
BERBASIS WAP MOBILE
MENGGUNAKAN
METODE BREADTH FIRST
SEARCH
ABSTRAK
Pada saat ini pengguna notebook telah berkembang pesat dan
memasyarakat. Sebagian besar
masyarakat menggunakannya tidak hanya untuk kepentingan berkomunikasi
saja, tetapi juga untuk
mendapatkan informasi secara cepat dan efisien dengan aplikasi
berorientasi internet melalui
teknologi WAP. Bagian atau komponen hardware notebook dalam jangka
waktu tertentu akan
mengalami perubahan fisik maupun kerusakan, yang menyebabkan notebook
tersebut harus
diperbaiki. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi pengguna/user untuk
mengetahui cara
merawat dan memberikan pertolongan pertama ketika notebook-nya
bermasalah, sebelum
memutuskan untuk menyerahkannya ke tempat servis. Informasi yang
diharapkan dapat mengatasi
kerusakan yang terjadi dewasa ini masih tidak lengkap, bahkan buku
manual yang disertakan pun
tidak dapat mengakomodasi terhadap semua kemungkinan kerusakan, oleh
karena itu dirasakan
perlu dibuat sebuah aplikasi (software) yang dapat membantu memecahkan
permasalahan
kerusakan pada hardware notebook. Aplikasi (software) yang dimaksud
adalah aplikasi yang dapat
dijalankan pada mobile terutama smartphone berbasis android dan dapat
dijadikan sebagai
alternatif dalam mendiagnosa kerusakan hardware. Dalam hal ini aplikasi
akan membantu
pengguna/user dalam menemukan informasi penyebab (ciri) kerusakan
berdasarkan gejala
kerusakan pada setiap jenis komponen kerusakan sampai ditemukannya
solusi (hasil diagnosa)
berupa informasi mengenai cara perbaikannya.
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Notebook merupakan
komputer yang paling banyak diminati masyarakat, karena bentuknya yang kecil
dan mudah dibawa, dengan harga yang terjangkau. Aplikasi yang akan dipakai
adalah aplikasi smartphone, aplikasi ini dapat menbantu mendiagnosa kerusakan hardware
berdasarkan gejala kerusakanya, dan aplikasi ini juga akan memberikan solusi
untuk memperbaikinya. Metode Breadth Fisrt Search adalah motode
pencarian data yang dimulai dari root node/parent dan melakukan
pengecekan keseluruh node setiap kali melewati node maka akan
diperiksa node sebelahnya sampai menemukan node tujuan.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
di atas maka yang menjadi perumusan masalah adalah :
1. Bagaimana mendiagnosa
kerusakan pada notebook ?
2. Bagaimana mendeteksi kerusakan
notebook menggunakan metode Breadth First Search ?
3. Bagaimana merancang program
aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan notebook dengan metode
Breadth First Search berbasis mobile ?
1.3. Batasan Masalah
Dengan maksud agar pembahasan dan
penyusunan skripsi dapat dilakukan secara terarah dan tidak menyimpang serta
sesuai dengan apa yang diharapkan, maka perlu ditetapkan batasan-batasan dari
masalah yang dihadapi yaitu:
1. Informasi tambahan lainnya
yang diberikan yaitu informasi mengenai cara perawatan notebook.
2. Mesin inferensi yang digunakan
adalah metode forward chaining dengan metode Breadth First Search sebagai
basis pengetahuan yang digunakan.
3. Aplikasi mobile dijalankan
dengan menggunakan emulator handphone.
1.4. Tujuan dan Manfaat
Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengumpulkan informasi kerusakan
pada notebook.
2. Untuk membangun sistem pakar
dengan menggunakan metode Breadth First Search.
3. Untuk merancang program
aplikasi sistem pakar.
Manfaat-manfaat yang diharapkan
dapat diperoleh dalam penelitian
ini adalah:
1. Membangun
Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Notebook Berbasis WAP Mobile.
2. Untuk
menganalisis, merancang, mengimplementasikan serta menguji sistem pakar
kerusakan notebook. Mengimplementasikan sistem yang dirancang pada
aplikasi mobile.
2. Landasan Teori
2.1 Sistem Pakar
Komunitas AI (Artificial
Intelligence) yang pertama mengembangkan sistem pakar. Sistem pakar yang
pertama kali dibuat adalah Generalpurpose Program Slover (GPS) yang dikembangkan
oleh Newel dan Simon. Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mempunyai
kemampuan seperti seorang pakar dalam mengatasi masalah. Menurut Giarrabtano
dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau
meniru kemampuan seorang pakar. (Kusumadewi 2003)
2.2 Kerusakan Notebook
Ciri-ciri dari kerusakan pada notebook
secara hardware:
1.
Ciri Kerusakan Memory Notebook :
Pada saat dihidupkan tidak tampak
tampilan sama sekali, blue screen pada saat mulai loading Operating
System, bisa juga keluar suara beep berulang-ulang.
2.
Ciri Kerusakan Motherboard / IC
regulator Notebook : Dihidupkan
agak sulit, baterai tidak mau dicharger, mati total, indikator charger
nyala, setelah dicharger lampu indikator pada charger mati
(konslet), jadi terjadi arus balik pada powernya, kerusakan ini sering
terjadi.
3.
Ciri Kerusakan LCD Notebook :
Layar tidak tampil gambar,
menyala tapi keluar garis-garis vertikal, tampak blok hitam, dan gambar tidak
simetris/acak. Solusi: coba cek dulu konektor ataupun soket-soket yg
berhubungan dengan monitor.
4.
Ciri Kerusakan Keyboard Notebook :
Beberapa tuts tidak
berfungsi, keluar bunyi beep panjang pada saat dinyalakan, cursor berjalan
tidak stabil/bergerak sendiri. Kerusakan yang lebih parah: biasanya konslet dan
ini menyebabkan notebook setelah booting, restart-restart terus.
5.
Ciri Kerusakan Charger Notebook :
Baterai tidak mau dicharger,
tidak ada indikator masuk power, dicharger posisi hidup malah kemudian
mati, layar bergetar tidak stabil.
6.
Ciri Kerusakan DVD/CD
room/Notebook :Tidak mau
membaca CD, indikator CD off.
7.
Ciri Kerusakan Harddisk Notebook :
Loading data/sistem
lambat, berbunyi tidak normal, tidak bisa masuk windows, belum sampai login
windows sudah restart sendiri.
8.
Ciri Kerusakan Chipset / VGA
Notebook: Layar tidak tampil,
layar putih, garisgaris warna tidak beraturan.
9.
Sedangkan ciri-ciri kerusakan notebook
secara software antara
lain :
a) Tidak mau booting ke OS.
b) Pada loading awal desktop
banyak informasi error.
c) Proses loading sangat
lambat.
d) Tidak bisa membuka aplikasi.
e) Flashdisk tidak bisa
dibaca.
f) Folder option pada explorer
tidak bisa dibuka.
g) File regedit tidak bisa
dieksekusi.
2.3 Breadth Fisrt Search
Cara kerja metode pencarian Breadth
fisrt search yaitu pencarian dimulai dari nodenode level n kemudian level
n+1, pecarian dimulai dari node akar terus ke level n+1
dari kiri ke kanan setelah itu pindah ke level
selanjutnya.
Gambar 1 : Pencarian Melebar
Pertama
(Breadth First Search)
Metode breadth first search mengamati
semua node dari level tertinggi hingga terdalam secara berurutan
ini memungkin kan metode ini bisa menemukan node dengan lintasan terpendek,
keuntungan dari metode ini adalah tidak akan menemui jalan buntu karena jika tidak
menemukan kondisi yang diinginkan maka algoritma akan menghapusnya, keuntungan yang
kedua adalah motode ini dapat menemukan solusi yang paling minimum, karena jika
menemukan ada banyak solusi maka solusi yang paling minimum yang diambil.
2.4 PHP
PHP (Hypertext Preprocessor)
merupakan script yang terdapat dalam HTML (Hypertext Markup Language)
yang berguna untuk membuat dokumen secara langsung tanpa menggunakan text
editor, hal ini memberikan kemudahan untuk mengupdate data lebih
mudah cukup dengan aplikasi yang dibuat dengan script PHP. Program yang
akan dibuat menggunaka HTML dan PHP. Tag PHP itu berada di antara tag HTML
sedangkan script PHP itu diapit oleh tag awal dan tag akhirnya sendiri.
<html>
<head><title>contoh
PHP</title></head>
<body>
<?php echo “kamu PHP” ; ?>
</body>
</html>
3. Analisa Dan Perancangan
3.1 Analisa Kerusakan Notebook
dengan Breadth First Search
Pada proses breadth first
search ini dimualai dari pertanyaan dari tabel pertanyaan, jika jawaban bari
pertanyaan YA maka program akan menyimpan jawaban dan melanjutkan kepertanyaan
berikutnya, sedangkan jika jawabanya TIDAK maka jawaban tidak disimpan. Proses
ini berlanjut hingga masalah dapat teridentifikasi dan kemudian akan tampil output
berupa hasil analisis.
3.2 Perancangan Umum
Secara garis besar perancangan
umum itu dibagi menjadi 4 tahap yang berkaitan dan menunjang maka
4 tahap ini harus dilakukan secara berurutan yaitu identifikasi, konseptualisasi,
formalisasi dan pengujian. Sistem sederhana ini merupakan bagian kecil
dari sistem analisa secara keseluruhan sedangakan masalah yang
diangkat adalah kerusakan pada notebook baik secara hardware
maupun
3.3 Design Input-Output
Hasil dari perancangan sistem
yang telah dibuat akan dijalankan dengan mengguanakan winwap yang bisa
jalan disemua jenis browser dari berbagai platform.
Gambar 2 : Desain Sistem
3.4 Rancangan Database
Sebagian besar program komputer
yang berhubungan dengan data pasti menggunakan database untuk menyimpan
dan mengolah data, dalam merancang program pengolah data bersekala besar ada
beberapa faktor yang harus diperhatikan diantaranya :
1. Program harus bisa mengurang
redundansi data, jadi data yang tersimpan hanya data informasi singkat dan
tidak ditulis berulang-ulang.
2. Program harus bisa mencari
lokasi data yang tersimpan, artinya data harus disimpan dengan rapi jadi
memudahkan pada saat pencarian.
3. membuat database yang
mudah diimplemantasikan agar proses pembangunan program jadi lebih mudah Dalam
perancangan database perlu diperhatikan cara untuk normalisasi data, hal
ini diperlukan agar mengurangi redundansi data. Ada beberapan aturan umum dalam
perancangan database diantaranya :
1 Kelompokan data sesuai bahasan
dan pastikan data di tabel terhubung dengan baik.
2 Jika ada data yang ditulis
berulang-ulang bagi tabel tersebet jadi beberapa tabel t api harus tetap
berelasi.
3. Jangan menyimpan data yang
akan ditabel jika data itu akan dioperasikan dengan tabel yang lain
4. Gunakan teknik normalisasi
data untuk meningkatkan akurasi data yang diinput.
4 Implementasi
Bab ini menjelaskan mengenai
hasil ujicoba pogram sistem pakar pada perangkat mobile dengan WML (Wireless
Markup Language) dan PHP untuk kerusakan notebook. Aplikasi
ini bisa digunakan jika web server telah aktif. Sebelum diuji coba di perangkat
mobile yang asli, program ini akan diuji coba menggunakan WAP emulator
dan apache sebagai web server lokal. Ketikan URL
berikut : http://localhost/notebook. Setelah
memasukan URL http://localhost/notebook
maka akan muncul tampilan berikut
ini.
Gambar 3 : Tampilan Halaman
Utama Pada
Perngkat Mobile
Mengenai sistem pakar dan pembuat
aplikasinya, dengan menekan enter maka akan masuk ke form
login.
Gambar 4 : Tampilan Halaman Login
5. Kesimpulan Dan Saran
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan pengujian dan
analisa program, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Proses diagnosa kerusakan notebook bisa
dilakukan dengan cukup baik dengan cara mengetahui sebab kerusakan dan gejala
kerusakan yang membuat notebook bermasalah.
2. Proses
pendeteksian dilakukan dengan memeriksa satu persatu sebab dan gejala kerusakan
untuk kemudian di proses informasinya, sehingga keluarannya berupa solusi
berdasarkan sebab dan gejala kerusakan notebook.
3. Penggunaan
bahasa pemrograman WAP yang digabungkan dengan PHP memungkinkan membuat sebuah aplikasi
sistem pakar kerusakan notebook berbasis mobile.
5.2 Saran
Adapun berbagai saran untuk melengkapi
kesimpulan yang diambil adalah sebagai berikut :
1. Program ini masih jauh dari sempurna untuk itu
perlu dilakukan perbaikanperbaikan demi kesempurnaan program dan kemudahan
pemakai.
2. Untuk membuat suatu program kecerdasan buatan
atau sistem pakar tidak harus menggunakan bahasa pemrograman PHP dan WML
seperti yang digunakan dalam pembahasan ini, namun dapat juga menggunakan
bahasa pemrograman lain yang berorentasi pada objek maupun pemrograman
terstruktur.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Abdul Kadir. 2005. Dasar
Pemrograman WEB Dinamis Menggunakan PHP.
[2] Anita Desiani & Muhammad
Arhami.2006. Konsep Kecerdasan Buatan. Graha Ilmu.
[3] Desiani.A dan Arhami.M. 2002.
Konsep Kecerdasan Buatan. Graha Ilmu.
[4] Djon Irwanto. 2007.
Perancangan Object Oriented Software dengan UML. Yogyakarta. Penerbit Andi.
[5] http://carapedia.com/pengertian_definisi_web_info2043.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar